L-Methionine adalah sebuah asam amino esensial yang memiliki peran penting dalam berbagai reaksi kimia dan proses biokimia. Sebagai salah satu komponen utama dalam sintesis senyawa organik, L-Methionine sering digunakan dalam reaksi katalitik dan reaksi pembentukan senyawa kompleks. Bahan ini juga dikenal karena kemampuannya dalam berfungsi sebagai katalis organik yang efektif dalam berbagai kondisi reaksi. Dalam laboratorium, L-Methionine sering digunakan untuk mempercepat proses reaksi kimia dan meningkatkan efisiensi sintesis senyawa tertentu.
L-Methionine memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berfungsi sebagai donor grup sulfida dalam reaksi kimia tertentu. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal dalam berbagai aplikasi seperti sintesis senyawa organik, reaksi katalitik, dan penelitian biokimia. Bahan ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses penggunaan dan pemrosesan di laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, L-Methionine digunakan secara luas dalam penelitian kimia dan biokimia. Bahan ini sering dipilih karena ketersediaannya, kualitasnya, dan kehandalannya dalam berbagai aplikasi. Peneliti dan praktisi laboratorium di Indonesia mengapresiasi produk ini karena kemudahan penggunaannya dan keandalan hasil yang diperoleh.
Brosur TCI (PDF)
- Asymmetric Organocatalysts 2025-06-12 · hal. 8
- Amino Acids and Peptide Synthesis Reagents 2025-08-14 · hal. 4
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 57
- Sintesis senyawa organik kompleks yang membutuhkan reaksi katalitik efisien.
- Reaksi pembentukan senyawa dengan struktur sulfur yang kompleks.
- Penelitian biokimia terkait metabolisme asam amino dan aktivitas enzim.
- Pengembangan produk farmasi dan bahan kimia industri yang membutuhkan komponen asam amino.
- Pengujian katalis organik untuk meningkatkan efisiensi reaksi kimia tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 63-68-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Organocatalysts [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan. |
L-Methionine harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan. Tempat penyimpanan yang sebaiknya digunakan adalah lemari penyimpanan kimia yang sejuk dan kering. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit dan pernapasan. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta jauhkan dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif. Penanganan yang tepat akan memastikan kualitas dan keamanan penggunaan produk ini.
- van Weerden dkk. (1992). Utilization of the polymers of methionine hydroxy analogue free acid (MHA-FA) in broiler chicks. European Poultry Science doi:10.1016/s0003-9098(25)01183-x
- Mastrototaro dkk. (2016). Gastrointestinal methionine shuttle: Priority handling of precious goods. IUBMB Life doi:10.1002/iub.1571
- Karuri dkk. (2000). Regional distribution of gonadotropin-releasing hormone-like, β-endorphin-like, and methionine-enkephalin-like immunoreactivities in the central nervous system of the goat. Brain Research Bulletin doi:10.1016/s0361-9230(99)00205-1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
