D-Methionine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Sebagai asam amino esensial, D-Methionine memiliki peran penting dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam reaksi katalitik dan reaksi kimia organik. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian terkait bioteknologi, farmakologi, dan ilmu lingkungan. Dalam laboratorium, D-Methionine digunakan untuk mempercepat reaksi kimia, memperbaiki hasil analisis, atau sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa lain.
D-Methionine memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah terurai dalam kondisi tertentu. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkannya berinteraksi dengan berbagai reaktan dan katalis. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk eksperimen yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kestabilan dalam lingkungan laboratorium. Selain itu, D-Methionine tidak bersifat korosif dan relatif aman untuk digunakan dalam skala kecil, sehingga cocok untuk laboratorium yang memprioritaskan keselamatan.
Di Indonesia, D-Methionine digunakan secara luas dalam laboratorium penelitian dan industri. Banyak institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset mengandalkan bahan ini untuk eksperimen kimia dan biokimia. Dengan ketersediaan yang cukup dan harga kompetitif, D-Methionine menjadi pilihan utama untuk kebutuhan laboratorium lokal.
- Dalam sintesis senyawa organik, D-Methionine berfungsi sebagai bahan baku untuk mempercepat reaksi kimia.
- Dalam penelitian bioteknologi, D-Methionine digunakan untuk memproduksi protein atau enzim tertentu.
- Bahan ini cocok untuk analisis kualitatif dan kuantitatif dalam laboratorium kimia.
- D-Methionine sering digunakan dalam uji reaktivitas katalis untuk mengevaluasi efisiensi reaksi kimia.
- Dalam studi lingkungan, D-Methionine digunakan untuk menilai dampak polutan terhadap ekosistem.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 348-67-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Organocatalysts [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
D-Methionine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan kelembapan untuk mencegah perubahan fisik atau kimia. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker.
- (2009). Identification and Molecular Characterization of Methionine Sulfoxide Reductase B Gene in Rice Blast Fungus, Magnaporthe oryzae. Journal of Life Science doi:10.5352/jls.2009.19.3.343
- Rees dkk. (1996). A novel silent posttranslational mechanism converts methionine to aspartate in hemoglobin Bristol (beta 67[E11] Val-Met->Asp). Blood doi:10.1182/blood.v88.1.341.bloodjournal881341
- Rees dkk. (1996). A novel silent posttranslational mechanism converts methionine to aspartate in hemoglobin Bristol (beta 67[E11] Val-Met->Asp). Blood doi:10.1182/blood.v88.1.341.341
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
