D-Tyrosine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia, terutama dalam bidang peptida dan protein. Bahan ini memiliki struktur kimia yang mirip dengan L-Tyrosine, tetapi dengan konfigurasi spasial yang berbeda, sehingga memengaruhi aktivitas biologisnya. Dalam laboratorium, D-Tyrosine sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain, pengujian aktivitas enzim, atau penelitian tentang mekanisme reaksi kimia. Karena sifatnya yang khas, bahan ini menjadi pilihan utama dalam penelitian biokimia dan farmakologi.
D-Tyrosine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Bahan ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaannya dalam eksperimen. Keistimewaan ini membuat D-Tyrosine menjadi bahan yang mudah dioperasikan dan cocok untuk berbagai jenis reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, D-Tyrosine digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah, terutama di bidang kimia, biologi molekuler, dan farmasi. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium universitas, lembaga penelitian, dan industri farmasi yang sedang mengembangkan produk baru. Karena ketersediaannya yang cukup dan kegunaannya yang beragam, D-Tyrosine menjadi salah satu bahan yang sangat diminati di lingkungan penelitian lokal.
Brosur TCI (PDF)
- D-Amino Acids 2026-03-19 · hal. 1
- Biofilm Research Reagents 2024-06-21 · hal. 2
- Amino Acids and Peptide Synthesis Reagents 2025-08-14 · hal. 5
Produk TCI terkait
- L-Tyrosine Disodium Salt Hydrate, CAS 1713266-05-7, TCI T1423
- L-(-)-Tirosin – L-(-)-Tyrosine, CAS 60-18-4, TCI T0550
- DL-Tirosin – DL-Tyrosine, CAS 556-03-6, TCI T0549
- D-Triptofan – D-Tryptophan, CAS 153-94-6, TCI T0539
- D-Prolin – D-Proline, CAS 344-25-2, TCI P0994
- D-Metionin – D-Methionine, CAS 348-67-4, TCI M0102
- Dalam sintesis peptida, D-Tyrosine digunakan sebagai komponen utama untuk membangun struktur protein atau senyawa biologis lainnya.
- Bahan ini cocok untuk pengujian aktivitas enzim karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan substrat tertentu.
- D-Tyrosine sering digunakan dalam penelitian tentang mekanisme reaksi kimia dan studi tentang kestabilan senyawa.
- Bahan ini juga digunakan dalam pengembangan obat baru, terutama dalam studi tentang efek farmakologis dan toksisitas.
- D-Tyrosine dapat digunakan dalam eksperimen biokimia untuk memahami peran senyawa tertentu dalam proses metabolisme.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 556-02-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat dalam bentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. |
D-Tyrosine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan jauh dari bahan kimia yang bersifat korosif atau reaktif. Selama penyimpanan, pastikan wadah tetap tertutup rapat untuk mencegah penyerapan kelembapan. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu pastikan area kerja tetap bersih dan terorganisir untuk mengurangi risiko kecelakaan di laboratorium.
- (2024). Late-Stage C3Ar Functionalization of Tyrosine and Tyrosine-Containing Peptides with Maleimides. Synfacts doi:10.1055/s-0043-1763665
- (2020). Sticking a Label on Tyrosine. Synfacts doi:10.1055/s-0039-1691639
- Stellrecht (2014). The MET Receptor Tyrosine Kinase as a Therapeutic Target in Multiple Myeloma. Journal of Leukemia doi:10.4172/2329-6917.1000e107
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







