D-Histidine adalah sebuah asam amino yang memiliki peran penting dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekuler. Sebagai salah satu dari 20 asam amino yang ditemukan secara alami dalam protein, D-Histidine digunakan dalam berbagai aplikasi kimiawi, terutama dalam bidang kimia biologis dan peptida. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian untuk membangun senyawa kompleks seperti peptida, enzim, atau molekul biologis lainnya. Dalam laboratorium, D-Histidine menjadi bahan baku yang vital untuk berbagai eksperimen terkait sintesis dan karakterisasi senyawa organik.
D-Histidine memiliki struktur kimia yang unik, dengan gugus imidazol yang memberikan sifat reaktif dan fungsi katalitik. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi kimia yang memerlukan kestabilan dan reaktivitas tertentu. Selain itu, D-Histidine memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam proses pencairan dan penggunaan dalam berbagai reaksi kimia. Karakteristik ini menjadikannya pilihan utama dalam laboratorium yang membutuhkan bahan kimia yang mudah dioperasikan dan efisien.
Di laboratorium Indonesia, D-Histidine digunakan secara luas dalam penelitian kimia dan biokimia. Banyak institusi pendidikan dan penelitian menggunakan bahan ini untuk memenuhi kebutuhan eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa organik, karakterisasi molekul, dan pengembangan produk farmasi. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian terkait nutrisi, bioteknologi, dan ilmu lingkungan, menjadikannya bahan yang sangat relevan dalam konteks penelitian lokal.
- Dalam sintesis peptida, D-Histidine digunakan sebagai bahan dasar untuk membangun struktur molekul biologis kompleks.
- Dalam penelitian enzim, D-Histidine berperan dalam memahami mekanisme aktivitas katalitik enzim yang terkait dengan gugus imidazol.
- Bahan ini digunakan dalam karakterisasi senyawa organik untuk memahami sifat kimia dan reaktivitas molekul.
- D-Histidine sering dimanfaatkan dalam penelitian nutrisi untuk mempelajari peran asam amino dalam metabolisme tubuh.
- Bahan ini juga digunakan dalam pengembangan produk farmasi untuk memproduksi senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 351-50-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan. |
D-Histidine harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat menangani bahan ini, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kontaminasi atau reaksi kimia yang tidak terduga.
- Gao dkk. (2000). The enthalpies of solution in water of complexes of zinc with histidine. Thermochimica Acta doi:10.1016/s0040-6031(00)00409-3
- Treuner-Lange dkk. (1996). Molecular Biological Analysis ofkdpD/E, a Sensor Histidine Kinase/Response Regulator System inClostridium acetobutylicum. Anaerobe doi:10.1006/anae.1996.0045
- Haghani dkk. (2012). Evidence regarding the hypothesis that the histidine–histidine contact pairs may affect protein stability. International Journal of Biological Macromolecules doi:10.1016/j.ijbiomac.2011.12.009
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
