L-Tryptophan adalah senyawa kimia yang memiliki peran penting dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis organik. Sebagai asam amino esensial, L-Tryptophan sering digunakan dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang katalisis dan kimia inorganik. Bahan ini digunakan untuk mempercepat reaksi kimia tertentu, serta sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa kompleks yang memiliki aplikasi dalam farmasi dan bioteknologi. Dalam laboratorium, L-Tryptophan sering diaplikasikan dalam proses sintesis senyawa organik, termasuk dalam pengembangan obat dan bahan kimia lainnya.
L-Tryptophan memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Karena sifat ini, bahan ini harus disimpan dengan hati-hati untuk menjaga kualitasnya. Bahan ini juga memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkannya berinteraksi dengan berbagai reaktan dan katalis. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan reaktivitas tinggi dan spesifisitas molekuler.
Di laboratorium Indonesia, L-Tryptophan digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, termasuk dalam bidang farmasi, biokimia, dan kimia organik. Bahan ini menjadi bagian dari proses pengembangan obat baru, penelitian tentang metabolisme, serta eksperimen katalisis yang memerlukan bahan aktif secara kimia. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti dan institusi untuk mengakses bahan yang diperlukan dalam penelitian mereka.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorescent Probes for the Characterization of Two Specific Drug Binding Sites on HSA 2025-04-01 · hal. 4
- Asymmetric Organocatalysts 2025-06-12 · hal. 8
- Asymmetric Synthesis 2026-03-18 · hal. 7
- Amino Acids and Peptide Synthesis Reagents 2025-08-14 · hal. 5
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 57
- Pengembangan obat baru dalam bidang farmasi karena kemampuannya sebagai bahan baku sintesis senyawa kompleks
- Penelitian tentang metabolisme asam amino dalam biokimia untuk memahami proses fisiologis tubuh
- Sintesis senyawa organik dalam reaksi katalisis untuk meningkatkan efisiensi reaksi kimia
- Uji kualitas bahan kimia dalam proses pemurnian dan karakterisasi senyawa
- Analisis komposisi kimia dalam sampel biologis untuk studi klinis dan penelitian medis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 73-22-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Organocatalysts [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
L-Tryptophan harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari kelembapan serta cahaya matahari langsung. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini bersifat sensitif terhadap oksidasi, sehingga perlu dihindari kontak dengan udara terbuka selama penyimpanan dan penggunaan. Dalam laboratorium, penggunaan L-Tryptophan harus dilakukan dengan alat pelindung diri yang sesuai, seperti sarung tangan dan masker, untuk meminimalkan risiko paparan langsung.
- (2026). Site-Selective Copper-Catalyzed Thioglycosylation of Tryptophan and Tryptophan-Containing Peptides. Synfacts doi:10.1055/a-2829-2451
- Ai dkk. (2021). Tryptophan Side-Chain Oxidase Enzyme Suppresses Hepatocellular Carcinoma Growth through Degradation of Tryptophan. International Journal of Molecular Sciences doi:10.3390/ijms222212428
- Stone (2001). Endogenous neurotoxins from tryptophan. Toxicon doi:10.1016/s0041-0101(00)00156-2
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Referensi dari brosur TCI
- Jamie Ghuman. Structural Basis of the Drug-binding Specificity of Human Serum Albumin Journal of Molecular Biology, 2005. doi:10.1016/j.jmb.2005.07.075
- Masaki OTAGIRI. Study on Binding of Drug to Serum Protein YAKUGAKU ZASSHI, 2009. doi:10.1248/yakushi.129.413
