D-(+)-Threonine adalah sebuah asam amino yang memiliki struktur kimia khas dan merupakan komponen penting dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis organik. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk berbagai eksperimen yang melibatkan katalis organik, reaksi enzimatik, dan pembuatan senyawa kompleks. D-(+)-Threonine memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berperan sebagai substrat atau kofaktor dalam beberapa reaksi kimia. Dalam konteks laboratorium, bahan ini sangat berguna untuk penelitian yang berkaitan dengan bioorganik, sintesis senyawa aktif biologis, dan pengembangan produk farmasi.
D-(+)-Threonine memiliki struktur molekuler yang spesifik dan memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaktivitas tertentu dalam berbagai kondisi reaksi. Bahan ini memiliki daya larut yang baik dalam air dan dapat berinteraksi dengan berbagai senyawa organik. Karena sifat tersebut, D-(+)-Threonine sering dipilih dalam eksperimen yang membutuhkan kestabilan dan reaktivitas yang terkendali. Selain itu, bahan ini juga memiliki tingkat kemurnian yang tinggi, sehingga cocok untuk penggunaan dalam penelitian yang membutuhkan presisi tinggi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, D-(+)-Threonine digunakan secara luas oleh para peneliti dan mahasiswa yang bekerja di bidang kimia organik, bioorganik, dan farmasi. Bahan ini sangat relevan dalam penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat, sintesis senyawa aktif biologis, dan studi tentang reaksi enzimatik. Karena keberagaman aplikasinya, D-(+)-Threonine menjadi salah satu bahan yang sering dicari oleh institusi penelitian dan laboratorium di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- D-Amino Acids 2026-03-19 · hal. 1
- Asymmetric Organocatalysts 2025-06-12 · hal. 8
- Asymmetric Synthesis 2026-03-18 · hal. 7
- Amino Acids and Peptide Synthesis Reagents 2025-08-14 · hal. 5
Produk TCI terkait
- Dalam sintesis senyawa aktif biologis, D-(+)-Threonine digunakan sebagai substrat untuk reaksi enzimatik yang menghasilkan produk dengan aktivitas biologis tinggi.
- Bahan ini cocok untuk penelitian tentang reaksi kimia organik karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai mekanisme reaksi seperti enzimatis dan katalitik.
- D-(+)-Threonine sering digunakan dalam pembuatan produk farmasi karena kemampuannya untuk membentuk struktur molekuler yang kompleks dan stabil.
- Bahan ini juga digunakan dalam studi tentang protein dan enzim karena kemiripannya dengan struktur asam amino alami.
- Dalam laboratorium kimia, D-(+)-Threonine digunakan untuk menguji katalis organik dan memahami mekanisme reaksi kimia yang terjadi dalam kondisi tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 632-20-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Organocatalysts [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan simpan di tempat sejuk dan kering |
D-(+)-Threonine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas atau kelembapan berlebihan. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga perlu ditempatkan dalam lingkungan yang kering. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, harus memakai sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu diperlakukan dengan hati-hati untuk menjaga keamanan di laboratorium.
- Marcus dkk. (1993). Threonine formation via the coupled activity of 2-amino-3-ketobutyrate coenzyme A lyase and threonine dehydrogenase. Journal of Bacteriology doi:10.1128/jb.175.20.6505-6511.1993
- Srinivasan (2016). Comments on the growth of ‘L-threonine phthalate’, ‘L-threonine phosphate’, ‘L-threonine formate’ and ‘L-threonine diformate’ crystals. Optik doi:10.1016/j.ijleo.2016.02.046
- Blaskovich dkk. (1993). Stereoselective synthesis of allo-threonine and β-2H-allo-threonine from threonine. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(00)79241-0
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








