Melissic Acid (Asam Melisik) adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium sebagai bahan dasar (building block) dalam pembuatan senyawa dengan struktur tertentu. Dalam konteks laboratorium, Melissic Acid berperan sebagai bahan bantu yang dapat diubah melalui reaksi kimia untuk menghasilkan produk akhir yang lebih kompleks.
Melissic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi seperti esterifikasi, reduksi, dan reaksi substitusi. Karakteristik ini membuatnya sangat diminati oleh para peneliti yang membutuhkan senyawa dengan reaktivitas yang dapat dikontrol. Ketersediaan dalam berbagai varian kemasan juga memudahkan penggunaan dalam skala kecil hingga menengah.
Di laboratorium Indonesia, Melissic Acid digunakan untuk penelitian di bidang kimia organik, farmasi, dan industri kosmetik. Bahan ini menjadi pilihan karena ketersediaannya yang relatif mudah dan kualitasnya yang terjamin. Dengan demikian, senyawa ini sangat relevan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Sintesis Senyawa Organik : Melissic Acid digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks.
- Pengembangan Produk Kosmetik : Bahan ini dapat diubah menjadi senyawa yang memiliki sifat emolien atau pengemulsi.
- Penelitian Farmakologi : Melissic Acid digunakan untuk mempelajari efek senyawa tertentu terhadap aktivitas biologis.
- Pembuatan Ester : Reaksi esterifikasi menggunakan Melissic Acid menghasilkan senyawa yang memiliki sifat aroma dan kelarutan tertentu.
- Pengujian Reaktivitas Kimia : Bahan ini digunakan untuk mempelajari reaksi kimia dalam kondisi tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 506-50-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Melissic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan reaksi dengan udara. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di suhu kamar dan jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung. Selama penanganan, wajib menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari paparan langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihormati sebagai bahan kimia yang memiliki potensi reaktivitas.
- Tikhonov (2017). Thermotropic phase transition in an adsorbed melissic acid film at the n-hexane–water interface. JETP Letters doi:10.1134/s002136401712013x
- Tikhonov (2015). Solid–liquid phase transition in a Gibbs monolayer of melissic acid at the n-hexane–water interface. JETP Letters doi:10.1134/s0021364015200163
- Yang dkk. (2026). High-throughput phenotypic screening identifies the phytochemical melissic acid that mitigates SHED cellular senescence via the ADCY5/cAMP/CREB axis. Frontiers in Pharmacology doi:10.3389/fphar.2026.1908181
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
