Methyl 2-Acetamidobenzoate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks. Dalam proses sintesis, senyawa ini berperan sebagai prekursor yang dapat bereaksi dengan berbagai reagen untuk menghasilkan produk akhir yang diinginkan.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang stabil dan mudah bereaksi dalam kondisi tertentu. Sifat kimianya memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai jenis reaksi seperti reaksi substitusi, reaksi kondensasi, dan reaksi penggabungan. Karena sifatnya yang reaktif dan ketersediaannya, senyawa ini menjadi pilihan favorit para peneliti dan ilmuwan di laboratorium.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, pengembangan obat, dan studi tentang struktur molekuler. Ketersediaannya di pasar lokal melalui distributor seperti AMI Scientific membuatnya lebih mudah diakses oleh para peneliti dan mahasiswa.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur kompleks membutuhkan bahan baku yang stabil dan reaktif seperti Methyl 2-Acetamidobenzoate.
- Reaksi substitusi aromatik dalam kimia organik memerlukan senyawa yang mudah bereaksi dan memiliki struktur yang jelas.
- Pengembangan senyawa baru dalam bidang farmakologi membutuhkan bahan baku yang dapat diubah menjadi senyawa aktif.
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik memerlukan bahan yang memiliki sifat kimia yang dapat diprediksi.
- Pembuatan senyawa intermediet untuk reaksi kimia industri membutuhkan bahan yang mudah tersedia dan memiliki kualitas yang baik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2719-08-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Methyl 2-Acetamidobenzoate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di area yang sejuk serta kering. Hindari paparan langsung dari sinar matahari dan udara lembap untuk mencegah degradasi. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit dan pernapasan. Pastikan area penyimpanan tidak terbuka dan hanya diakses oleh personel yang terlatih.
—

