Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 328-42-7

Oxalacetic Acid TCI O0072

Oxalacetic Acid TCI O0072
Harga reguler Rp 1.565.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.565.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Oxalacetic Acid dari TCI dengan kode O0072, yang juga disebut asam oksaloasetat, adalah asam dikarboksilat yang membawa gugus keton pada posisi alfa terhadap salah satu gugus karboksilatnya. Dalam biokimia, senyawa ini sangat terkenal sebagai zat antara siklus asam sitrat. Oksaloasetat bergabung dengan asetil-KoA membentuk sitrat, dan juga berperan dalam glukoneogenesis dan metabolisme asam amino. Di laboratorium, Oxalacetic Acid terutama dipakai sebagai substrat enzim dan bahan acuan dalam penelitian metabolisme.

Senyawa ini dipilih karena perannya yang sangat penting dalam banyak reaksi enzimatik, misalnya reaksi malat dehidrogenase, sitrat sintase, dan aspartat aminotransferase. Karena itu ia menjadi substrat langsung dalam pengukuran aktivitas enzim-enzim tersebut. Struktur asam α-keto dengan dua gugus karboksilat juga membuatnya berguna sebagai building block sintesis. Satu hal yang perlu diingat: oksaloasetat relatif tidak stabil dan dapat mengalami dekarboksilasi spontan menjadi piruvat, terutama dalam larutan. Karena itu larutannya sebaiknya dibuat segar.

Di Indonesia, Oxalacetic Acid banyak dibutuhkan laboratorium biokimia, biologi molekuler, kedokteran, farmasi, dan bioteknologi di perguruan tinggi maupun lembaga riset kesehatan. Peneliti memakainya untuk uji aktivitas enzim, studi metabolisme mitokondria, dan pengembangan metode analisis klinis. Mahasiswa memakainya dalam praktikum siklus Krebs. Kemasan 5g dan 25g sesuai untuk kebutuhan uji enzim yang biasanya hanya memerlukan jumlah kecil untuk setiap percobaan.

  • Uji aktivitas malat dehidrogenase: oksaloasetat direduksi menjadi malat dengan NADH, dan penurunan absorbansi NADH dapat diamati secara spektrofotometri untuk mengukur aktivitas enzim.
  • Uji sitrat sintase: sebagai substrat pasangan asetil-KoA, senyawa ini dipakai dalam pengukuran aktivitas sitrat sintase, yang sering dijadikan penanda kandungan mitokondria dalam jaringan.
  • Studi transaminase: oksaloasetat adalah produk sekaligus substrat reaksi aspartat aminotransferase, sehingga berguna untuk mengkaji kinetika enzim dan mengembangkan metode analisis terkait.
  • Penelitian metabolisme sel: sebagai zat antara siklus asam sitrat dan glukoneogenesis, bahan ini dipakai untuk menelusuri aliran metabolit dan respons metabolik sel dalam kultur.
  • Building block sintesis organik: gugus keto dan dua gugus karboksilatnya memungkinkan pembuatan turunan heterosiklik dan asam amino, meskipun kestabilannya perlu diperhatikan saat merancang reaksi.

Merek TCI (kode produk O0072)
Nomor CAS 328-42-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik padatan (serbuk kristal)
Penyimpanan relatif tidak stabil; umumnya disarankan disimpan dingin, kering, dan tertutup rapat; ikuti suhu penyimpanan pada label dan SDS

Oxalacetic Acid cenderung terurai menjadi piruvat dan karbon dioksida, terutama bila terkena panas dan kelembapan. Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, pada suhu dingin sesuai label, dan terlindung dari lembap. Sebelum membuka wadah dingin, biarkan wadah mencapai suhu ruang dulu agar uap air tidak mengembun di dalamnya. Buat larutan segar menjelang pemakaian dan simpan di atas es selama percobaan. Pakai sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, karena bahan ini bersifat asam dan dapat mengiritasi.

  • Yamamoto dkk. (1992). Synthesis of sialic acid through aldol condensation of glucose with oxalacetic acid. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(00)74122-0
  • Toivanen dkk. (2008). Daily Changes in Serum Glutamic Oxalacetic Acid Transaminase. Cardiologia doi:10.1159/000167741
  • Plantá dkk. (1993). Determination of citric acid and oxalacetic acid in foods by enzymic flow injection. The Analyst doi:10.1039/an9931801193

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.