Oxalacetic Acid dari TCI dengan kode O0072, yang juga disebut asam oksaloasetat, adalah asam dikarboksilat yang membawa gugus keton pada posisi alfa terhadap salah satu gugus karboksilatnya. Dalam biokimia, senyawa ini sangat terkenal sebagai zat antara siklus asam sitrat. Oksaloasetat bergabung dengan asetil-KoA membentuk sitrat, dan juga berperan dalam glukoneogenesis dan metabolisme asam amino. Di laboratorium, Oxalacetic Acid terutama dipakai sebagai substrat enzim dan bahan acuan dalam penelitian metabolisme.
Senyawa ini dipilih karena perannya yang sangat penting dalam banyak reaksi enzimatik, misalnya reaksi malat dehidrogenase, sitrat sintase, dan aspartat aminotransferase. Karena itu ia menjadi substrat langsung dalam pengukuran aktivitas enzim-enzim tersebut. Struktur asam α-keto dengan dua gugus karboksilat juga membuatnya berguna sebagai building block sintesis. Satu hal yang perlu diingat: oksaloasetat relatif tidak stabil dan dapat mengalami dekarboksilasi spontan menjadi piruvat, terutama dalam larutan. Karena itu larutannya sebaiknya dibuat segar.
Di Indonesia, Oxalacetic Acid banyak dibutuhkan laboratorium biokimia, biologi molekuler, kedokteran, farmasi, dan bioteknologi di perguruan tinggi maupun lembaga riset kesehatan. Peneliti memakainya untuk uji aktivitas enzim, studi metabolisme mitokondria, dan pengembangan metode analisis klinis. Mahasiswa memakainya dalam praktikum siklus Krebs. Kemasan 5g dan 25g sesuai untuk kebutuhan uji enzim yang biasanya hanya memerlukan jumlah kecil untuk setiap percobaan.
- Uji aktivitas malat dehidrogenase: oksaloasetat direduksi menjadi malat dengan NADH, dan penurunan absorbansi NADH dapat diamati secara spektrofotometri untuk mengukur aktivitas enzim.
- Uji sitrat sintase: sebagai substrat pasangan asetil-KoA, senyawa ini dipakai dalam pengukuran aktivitas sitrat sintase, yang sering dijadikan penanda kandungan mitokondria dalam jaringan.
- Studi transaminase: oksaloasetat adalah produk sekaligus substrat reaksi aspartat aminotransferase, sehingga berguna untuk mengkaji kinetika enzim dan mengembangkan metode analisis terkait.
- Penelitian metabolisme sel: sebagai zat antara siklus asam sitrat dan glukoneogenesis, bahan ini dipakai untuk menelusuri aliran metabolit dan respons metabolik sel dalam kultur.
- Building block sintesis organik: gugus keto dan dua gugus karboksilatnya memungkinkan pembuatan turunan heterosiklik dan asam amino, meskipun kestabilannya perlu diperhatikan saat merancang reaksi.
| Merek | TCI (kode produk O0072) |
|---|---|
| Nomor CAS | 328-42-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | padatan (serbuk kristal) |
| Penyimpanan | relatif tidak stabil; umumnya disarankan disimpan dingin, kering, dan tertutup rapat; ikuti suhu penyimpanan pada label dan SDS |
Oxalacetic Acid cenderung terurai menjadi piruvat dan karbon dioksida, terutama bila terkena panas dan kelembapan. Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, pada suhu dingin sesuai label, dan terlindung dari lembap. Sebelum membuka wadah dingin, biarkan wadah mencapai suhu ruang dulu agar uap air tidak mengembun di dalamnya. Buat larutan segar menjelang pemakaian dan simpan di atas es selama percobaan. Pakai sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, karena bahan ini bersifat asam dan dapat mengiritasi.
- Yamamoto dkk. (1992). Synthesis of sialic acid through aldol condensation of glucose with oxalacetic acid. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(00)74122-0
- Toivanen dkk. (2008). Daily Changes in Serum Glutamic Oxalacetic Acid Transaminase. Cardiologia doi:10.1159/000167741
- Plantá dkk. (1993). Determination of citric acid and oxalacetic acid in foods by enzymic flow injection. The Analyst doi:10.1039/an9931801193
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
