Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 103-80-0

Phenylacetyl Chloride TCI P0129

Phenylacetyl Chloride TCI P0129

Identitas Kimia

No. CAS
103-80-0
PubChem
CID 7679·SID 87574383
Rumus molekul
C8H7ClO
Berat molekul
154.59 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-phenylacetyl chloride
SMILES
C1=CC=C(C=C1)CC(=O)Cl
InChIKey
VMZCDNSFRSVYKQ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Phenylacetyl Chloride adalah senyawa asil klorida turunan asam fenilasetat yang berfungsi sebagai reagen asilasi yang sangat reaktif. Di laboratorium kimia, senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik yang digunakan untuk memasukkan gugus fenilasetil ke dalam berbagai molekul, misalnya amina, alkohol, dan senyawa aromatik. Karena reaktivitasnya tinggi, Phenylacetyl Chloride menjadi pilihan utama ketika peneliti membutuhkan pembentukan ikatan amida, ester, atau keton secara cepat dan efisien dalam sintesis organik.

Sifat utama yang membuat Phenylacetyl Chloride dipilih adalah gugus asil klorida yang jauh lebih elektrofilik dibandingkan asam karboksilat maupun ester, sehingga reaksi asilasi dapat berlangsung pada kondisi ringan tanpa memerlukan reagen kopling tambahan. Senyawa ini juga dapat digunakan dalam asilasi Friedel-Crafts untuk menghasilkan keton aromatik. Namun, reaktivitas tersebut juga berarti bahan ini sangat peka terhadap kelembapan, bereaksi dengan air menghasilkan hidrogen klorida, dan bersifat korosif sehingga memerlukan penanganan yang cermat.

Di Indonesia, Phenylacetyl Chloride digunakan oleh laboratorium sintesis di perguruan tinggi, pusat riset, serta laboratorium pengembangan di industri farmasi dan kimia halus, terutama untuk menyusun amida dan ester fenilasetil sebagai intermediat. Iklim tropis yang lembap menuntut perhatian ekstra dalam penyimpanan dan penanganan agar bahan tidak terhidrolisis. Pilihan kemasan 25g, 100g, dan 500g memudahkan laboratorium menyesuaikan jumlah dengan kebutuhan, sekaligus mengurangi frekuensi pembukaan wadah yang dapat menurunkan mutu bahan.

  • Sintesis amida fenilasetil: reaksi cepat dengan amina primer maupun sekunder menghasilkan amida secara efisien tanpa reagen kopling, sangat berguna dalam riset kimia medisinal.
  • Esterifikasi alkohol dan fenol: gugus asil klorida yang elektrofilik memungkinkan pembentukan ester fenilasetat pada kondisi ringan dengan bantuan basa penangkap hidrogen klorida.
  • Asilasi Friedel-Crafts: bersama katalis asam Lewis, senyawa ini dapat menghasilkan keton aromatik yang menjadi intermediat penting dalam sintesis senyawa organik kompleks.
  • Penyusunan intermediat farmasi: gugus fenilasetil yang dimasukkannya merupakan motif struktur yang dijumpai pada berbagai senyawa bioaktif sehingga relevan untuk riset obat.
  • Derivatisasi analitik: reaktivitasnya terhadap gugus amina dan hidroksil memungkinkan pembentukan turunan yang lebih mudah dianalisis dengan teknik kromatografi atau spektroskopi.

Merek TCI
Nomor CAS 103-80-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan wadah tertutup sangat rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan, sebaiknya di bawah gas inert

Phenylacetyl Chloride sangat peka kelembapan dan korosif, sehingga harus disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup sangat rapat, di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di bawah atmosfer gas inert seperti nitrogen atau argon. Jauhkan dari air, alkohol, amina, basa, dan oksidator. Tangani hanya di lemari asam menggunakan peralatan gelas kering, sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman atau pelindung wajah, dan jas laboratorium. Uapnya iritatif; ikuti seluruh petunjuk SDS produsen.

  • Mubarak dkk. (1993). Electrochemical reduction of phenylacetyl chloride and hydrocinnamoyl chloride at mercury cathodes in acetonitrile. Journal of Electroanalytical Chemistry doi:10.1016/0022-0728(93)80206-w
  • JAIN dkk. (1995). ChemInform Abstract: Reaction of 2‐Hydroxyacetophenone with Phenylacetyl Chloride: A Reinvestigation.. ChemInform doi:10.1002/chin.199516054
  • Wang dkk. (2014). Homogeneous Acylation and Regioselectivity of Cellulose with 2-Chloro-2-Phenylacetyl Chloride in Ionic Liquid. BioResources doi:10.15376/biores.9.3.5134-5146

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.