Diphenylacetyl Chloride (TCI D2763) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya dalam berbagai kondisi laboratorium. Diphenylacetyl Chloride sering digunakan dalam reaksi acylasi untuk menghasilkan senyawa dengan gugus acil yang terikat pada rantai aromatik. Dalam laboratorium, bahan ini menjadi komponen penting dalam penelitian kimia organik, terutama dalam proses pembuatan senyawa farmakologis dan bahan kimia industri.
Diphenylacetyl Chloride memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap basa dan air. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan kloroform, sehingga memudahkan proses pemisahan dan pemanfaatan dalam reaksi kimia. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam reaksi yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kontrol presisi.
Di laboratorium Indonesia, Diphenylacetyl Chloride digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sering ditemukan dalam proyek sintesis senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Sintesis senyawa aromatik dengan gugus acil untuk pengembangan obat
- Reaksi acylasi dalam pembuatan senyawa kimia kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa organik dalam kondisi berbeda
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa kimia baru
- Pemanfaatan dalam proses pembuatan bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1871-76-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari air dan panas |
Diphenylacetyl Chloride harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan dan panas, sehingga penyimpanan di bawah suhu kamar adalah pilihan terbaik. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena bahan ini bisa menyebabkan iritasi jika terkena kulit atau mata.
- Santoyo-González dkk. (1994). Use of Diphenylacetyl Chloride as Protective Reagent for Sugars. Synthesis doi:10.1055/s-1994-25413
- Koh dkk. (2015). Correlation of Rates of Solvolysis of Diphenylacetyl Chloride Using Extended Grunwald–Winstein Equation. Bulletin of the Korean Chemical Society doi:10.1002/bkcs.10465
- SANTOYO‐GONZALEZ dkk. (1994). ChemInform Abstract: Use of Diphenylacetyl Chloride as Protective Reagent for Sugars.. ChemInform doi:10.1002/chin.199427246
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
