6-Phenylhexanoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa aromatik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun yang sangat penting untuk menghasilkan senyawa-senyawa dengan struktur tertentu.
Karakteristik utama dari 6-Phenylhexanoic Acid adalah struktur molekulnya yang memiliki rantai karbon yang panjang dan gugus fungsional asam karboksilat. Struktur ini memberikan kestabilan dan reaktivitas yang baik dalam berbagai kondisi reaksi. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaan dalam berbagai eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang kesehatan dan industri.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan senyawa aromatik dalam penelitian kimia organik
- Pengujian reaktivitas senyawa dengan berbagai kondisi kimia
- Pemrosesan senyawa untuk aplikasi farmasi dan industri
- Pengembangan bahan kimia untuk keperluan penelitian lanjutan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5581-75-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
6-Phenylhexanoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung terhadap cahaya matahari dan udara lembap. Bahan ini bersifat kimia yang memerlukan penanganan hati-hati, terutama dalam proses penggunaan dan pencampuran. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kecelakaan.
- Chakraborty dkk. (1991). Stereoselective synthesis of N-Boc-O-benzyl-(4S,5S)-5-amino-4-hydroxy-6-phenylhexanoic acid, the hydroxyethylene isosteric moiety of potent HIV-1 protease inhibitor. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(00)85991-2
- CHAKRABORT dkk. (1992). ChemInform Abstract: Stereoselective Synthesis of N‐Boc‐O‐Benzyl‐(4S,5S)‐5‐amino‐4‐hydroxy‐ 6‐phenylhexanoic Acid, the Hydroxyethylene Isosteric Moiety of Potent HIV‐1 Protease Inhibitor.. ChemInform doi:10.1002/chin.199205264
- Watanabe dkk. (2021). Fabrication of Liquid Scintillators Loaded with 6-Phenylhexanoic Acid-Modified ZrO2 Nanoparticles for Observation of Neutrinoless Double Beta Decay. Nanomaterials doi:10.3390/nano11051124
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
