Diacetyl Monoxime (DM) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium, terutama dalam sintesis senyawa organik. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat penting dalam pembentukan senyawa heterosiklik dan senyawa lain yang kompleks. Dalam laboratorium, DM sering digunakan sebagai bahan baku untuk reaksi substitusi, reaksi oksidasi, dan reaksi penggabungan, tergantung pada kondisi reaksi yang diterapkan.
Diacetyl Monoxime memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai reaktan seperti asam, basa, dan logam alkali. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini memungkinkan pembentukan senyawa baru dengan berbagai struktur dan fungsi. Karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi, DM menjadi pilihan yang ideal untuk para peneliti yang ingin memodifikasi struktur senyawa organik.
Di laboratorium Indonesia, Diacetyl Monoxime sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian penting dalam proses sintesis senyawa yang diperlukan untuk pengembangan obat, bahan kimia industri, dan material baru. Ketersediaannya dan kemudahan penggunaannya membuat DM menjadi bahan yang populer di berbagai laboratorium di Indonesia.
Produk TCI terkait
- Alexidine Dihydrochloride, CAS 1715-30-6, TCI A3389
- Dapivirine, CAS 244767-67-7, TCI D6168
- Diacetyl, CAS 431-03-8, TCI B0682
- N,N'-Diacetyl-1,4-phenylenediamine, CAS 140-50-1, TCI D0068
- 1,5-Diacetyl-1,3,5-triazinane-2,4-dione, CAS 86320-44-7, TCI D5634
- (-)-Diacetyl-D-tartaric Anhydride, CAS 70728-23-3, TCI D2645
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa aromatik
- Pembentukan senyawa organik kompleks melalui reaksi oksidasi
- Penggunaan dalam reaksi penggabungan untuk memperoleh struktur baru
- Pemrosesan senyawa kimia dalam penelitian material baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 57-71-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan udara dan cahaya |
Diacetyl Monoxime harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara, cahaya, dan kelembapan. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti kaca atau plastik yang tidak reaktif. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini mungkin menyebabkan iritasi pada kulit atau mata. Selalu simpan di tempat yang sejuk dan kering serta jauh dari sumber panas.
- Langenfeld dkk. (2021). Colorimetric determination of urea using diacetyl monoxime with strong acids. PLOS ONE doi:10.1371/journal.pone.0259760
- Zülfikaroğlu (2020). The synthesis, experimental and theoretical characterization of a Pd(II) complex from diacetyl monoxime isobutyrohydrazone. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2020.127950
- Gadikota dkk. (2011). Derivative Spectrophotometric Determination of Mercury (II) Using Diacetyl Monoxime Isonicotinoyl Hydrazone (DMIH). International Journal of Chemistry doi:10.5539/ijc.v3n2p227
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







