Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 873-63-2

3-Chlorobenzyl Alcohol, CAS 873-63-2, TCI C0650

3-Chlorobenzyl Alcohol, CAS 873-63-2, TCI C0650

Identitas Kimia

No. CAS
873-63-2
PubChem
CID 70117·SID 87565740
Rumus molekul
C7H7ClO
Berat molekul
142.58 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(3-chlorophenyl)methanol
SMILES
C1=CC(=CC(=C1)Cl)CO
InChIKey
ZSRDNPVYGSFUMD-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00004632
Harga reguler Rp 1.510.950,00
Harga reguler Rp 1.056.300,00 Harga obral Rp 1.510.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

3-Chlorobenzyl Alcohol dari TCI adalah alkohol benzilik yang membawa atom klorin pada posisi meta cincin benzena. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menjadi sumber praktis gugus 3-klorobenzil, sebuah fragmen yang banyak dijumpai dalam molekul farmasi, agrokimia, dan bahan antara kimia halus. Dalam laboratorium sintesis, bahan ini biasanya diubah menjadi aldehida, halida benzil, eter, atau ester sebelum dirakit ke molekul target. Karena itu, perannya penting sebagai titik masuk fragmen aromatik terhalogenasi.

Senyawa ini dipilih karena memiliki dua titik reaktivitas yang saling melengkapi. Gugus hidroksil benzilik relatif mudah dioksidasi atau diaktifkan menjadi gugus pergi, sehingga reaksi substitusi pada posisi benzil berjalan lancar. Atom klorin pada posisi meta stabil dalam banyak kondisi reaksi. Atom ini dapat dipertahankan sebagai penanda struktur yang memengaruhi lipofilisitas dan sifat elektronik molekul, atau dimanfaatkan kemudian dalam reaksi kopling terkatalisis logam. Pola substitusi meta juga berguna dalam studi hubungan struktur–aktivitas, yaitu saat peneliti membandingkan isomer orto, meta, dan para.

Di Indonesia, 3-Chlorobenzyl Alcohol relevan bagi laboratorium kimia medisinal di perguruan tinggi farmasi, kelompok riset sintesis organik, serta laboratorium pengembangan bahan aktif agrokimia. Kemasan 10mL praktis untuk penelitian skala miligram hingga gram, misalnya saat membuat serangkaian analog untuk uji bioaktivitas. Bahan ini juga dapat dipakai dalam praktikum lanjutan untuk mempelajari oksidasi alkohol benzilik dan pengaruh substituen halogen terhadap reaktivitas cincin aromatik.

  • Oksidasi menjadi 3-klorobenzaldehida: alkohol benzilik ini mudah dioksidasi secara selektif menjadi aldehida yang berguna untuk reaksi kondensasi, pembentukan imina, dan aminasi reduktif.
  • Pembuatan halida 3-klorobenzil: konversi gugus hidroksil menjadi bromida atau klorida menghasilkan agen alkilasi untuk memasang fragmen 3-klorobenzil pada amina, fenol, atau tiol.
  • Sintesis eter dan ester benzilik: gugus hidroksil dapat langsung dieterkan atau diesterifikasi untuk menghasilkan turunan yang dikaji dalam kimia medisinal dan agrokimia.
  • Studi hubungan struktur–aktivitas: substituen klorin pada posisi meta memungkinkan perbandingan sistematis dengan isomer orto dan para untuk memahami pengaruh posisi halogen terhadap aktivitas.
  • Reaksi kopling silang lanjutan: atom klorin aromatik dapat dimanfaatkan dalam kopling terkatalisis paladium atau nikel untuk memperluas kerangka molekul setelah gugus benzilik dimodifikasi.

Merek TCI (kode produk C0650)
Nomor CAS 873-63-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 10mL
Bentuk fisik cairan (dikemas per volume); rincian lihat label dan sertifikat analisis
Penyimpanan wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik

Simpan 3-Chlorobenzyl Alcohol dalam botol kaca asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung serta sumber panas. Jauhkan dari oksidator kuat, asam kuat, dan bahan pengasilasi. Pindahkan cairan menggunakan pipet atau syringe bersih di dalam lemari asam, sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari menghirup uap dan kontak dengan kulit atau mata. Tutup botol segera setelah dipakai, dan pelajari SDS produsen untuk penanganan darurat.

  • Fukui dkk. (2016). Meerwein–Ponndorf–Verley-type Reduction over a Metal-free TiO2 Photocatalyst in Alcohol: Chemoselective Hydrogenation of Chlorobenzaldehyde to Chlorobenzyl Alcohol. Chemistry Letters doi:10.1246/cl.160476
  • Deori dkk. (2015). (100) surface-exposed CeO 2 nanocubes as an efficient heterogeneous catalyst in the tandem oxidation of benzyl alcohol, para-chlorobenzyl alcohol and toluene to the corresponding aldehydes selectively. Journal of Materials Chemistry A doi:10.1039/c4ta06547f
  • Niki dkk. (1996). A Pulsed 35Cl NQR Study on the Molecular Motions and Phase Transition of 4-Chlorobenzyl Alcohol. Zeitschrift für Naturforschung A doi:10.1515/zna-1996-5-662

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.