Pentadecanoic Acid dari TCI (kode P0035) adalah asam lemak jenuh berantai lima belas karbon (C15:0). Senyawa ini termasuk asam lemak rantai ganjil, yang jauh lebih jarang ditemukan di alam dibanding asam lemak rantai genap seperti asam palmitat atau stearat. Di laboratorium, asam pentadekanoat berperan sebagai standar internal dalam analisis asam lemak, senyawa penelitian dalam biokimia dan nutrisi, serta ligan permukaan dalam sintesis nanokristal, termasuk riset quantum dot koloidal sesuai kategori produknya.
Keistimewaan utama asam pentadekanoat ada pada rantainya yang ganjil. Karena kadarnya sangat rendah di sebagian besar sampel minyak, lemak, dan jaringan biologis, senyawa ini ideal sebagai standar internal. Puncaknya mudah dibedakan dari asam lemak lain dalam kromatogram, sehingga analis bisa mengoreksi kehilangan sampel selama ekstraksi dan derivatisasi. Gugus karboksilatnya mampu mengikat permukaan logam dan nanokristal, sementara rantai alkil jenuhnya membantu partikel tetap terdispersi dalam pelarut nonpolar, sifat penting dalam sintesis quantum dot dan nanopartikel.
Di Indonesia, asam pentadekanoat dimanfaatkan oleh laboratorium analisis pangan, laboratorium mutu industri sawit dan oleokimia, serta kelompok riset gizi dan biomedis yang mempelajari asam lemak rantai ganjil sebagai penanda asupan lemak susu. Di bidang material, kelompok riset nanoteknologi dan optoelektronik memakainya sebagai ligan untuk mengendalikan pertumbuhan dan kestabilan nanokristal. Pilihan kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g memudahkan pengguna menyesuaikan pembelian dari kebutuhan standar analitik hingga sintesis material.
Brosur TCI (PDF)
- Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents 2026-05-21 · hal. 3
- Lipids 2025-12-17 · hal. 4
- Building Blocks for Organic Semiconductor 2026-03-24 · hal. 42
- Standar internal kromatografi gas: rantai ganjil C15:0 jarang ada dalam sampel alami, sehingga puncaknya tidak tumpang tindih dan cocok untuk kuantifikasi asam lemak yang akurat.
- Sintesis quantum dot koloidal: gugus karboksilat mengikat permukaan nanokristal dan rantai alkil menjaga dispersi, sehingga senyawa ini berguna sebagai ligan pengendali pertumbuhan partikel.
- Riset nutrisi dan biomarker: asam pentadekanoat dipelajari sebagai penanda asupan lemak susu dan metabolisme asam lemak rantai ganjil dalam studi gizi serta kesehatan.
- Analisis mutu minyak dan lemak: laboratorium oleokimia memakainya sebagai pembanding untuk mengidentifikasi asam lemak minor dan memvalidasi metode analisis profil asam lemak.
- Pembuatan turunan ester dan surfaktan: gugus karboksilatnya mudah diubah menjadi ester, garam logam, atau amida untuk riset surfaktan, pelumas, dan material berbasis lipid.
| Merek | TCI (kode produk P0035) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1002-84-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | padatan berwarna putih pada suhu ruang (lihat label dan CoA untuk detail) |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, jauh dari oksidator kuat |
Simpan asam pentadekanoat dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari oksidator kuat, basa kuat, dan sumber panas. Bila dipakai sebagai standar analitik, timbang dengan spatula bersih dan neraca yang terkalibrasi, lalu hindari kontaminasi silang dengan asam lemak lain. Untuk sintesis nanokristal, simpan dalam kondisi kering agar kemurniannya terjaga. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, hindari menghirup debunya, dan ikuti petunjuk di SDS.
- Tomizawa (2023). Improvement of Glucose Intolerance in Asian-Type Diabetes Model Mice Using Pentadecyl, Pentadecanoic Acid-Based Triglyceride. Diabetes & Obesity International Journal doi:10.23880/doij-16000275
- Mercola (2025). Molecular and cellular mechanisms of pentadecanoic acid. World Journal of Biological Chemistry doi:10.4331/wjbc.v16.i4.111258
- Mercola (2025). Pentadecanoic acid (C15:0) and cardiovascular disease: A narrative review. World Journal of Cardiology doi:10.4330/wjc.v17.i12.110861
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.






