Glycolic Acid TCI G0196 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Sebagai salah satu senyawa pembangun dasar (building block), Glycolic Acid memiliki peran penting dalam sintesis senyawa organik, termasuk dalam pembuatan ester, asam karboksilat, dan senyawa lain yang memiliki struktur kompleks. Bahan ini sering digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi.
Glycolic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktif, serta memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif rendah. Karakteristik ini membuatnya mudah dalam proses pemanasan dan pendinginan, sehingga sangat cocok untuk berbagai eksperimen yang memerlukan kontrol suhu. Selain itu, senyawa ini memiliki kemampuan untuk bereaksi dengan berbagai bahan kimia, seperti basa, asam, dan senyawa organik, sehingga menjadi pilihan yang fleksibel dalam berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Glycolic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia, pendidikan, dan pengembangan produk kimia. Bahan ini sangat relevan untuk kebutuhan akademik dan industri yang memerlukan senyawa dasar untuk eksperimen dan produksi. Ketersediaan dan kualitasnya yang baik membuatnya menjadi pilihan yang populer di berbagai institusi penelitian dan pendidikan di Indonesia.
- Pengujian reaktivitas senyawa organik dalam sintesis kimia
- Pembuatan ester dan senyawa karboksilat dalam laboratorium kimia
- Reaksi hidrolisis untuk menghasilkan senyawa berbasis karbon
- Eksperimen kimia dasar untuk pendidikan tingkat universitas
- Penelitian tentang sifat kimia dan interaksi molekuler
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 79-14-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan udara dan cahaya |
Glycolic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifat kimianya yang reaktif, bahan ini harus disimpan dalam lingkungan yang sejuk dan kering. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Pastikan wadah tidak bocor dan jauh dari bahan kimia yang bersifat basa atau asam untuk menghindari reaksi tidak diinginkan.
- Zhong dkk. (1993). The degradation of glycolic acid/lactic acid copolymer in vivo. Clinical Materials doi:10.1016/0267-6605(93)90037-8
- Song dkk. (2013). Electrospun hydroxyapatite grafted poly(l-lactide)/poly(lactic-co-glycolic acid) nanofibers for guided bone regeneration membrane. Composites Science and Technology doi:10.1016/j.compscitech.2013.02.014
- Liu dkk. (2024). Advances in Valorization of Biomass-Derived Glycolic Acid Toward Polyglycolic Acid Production. Catalysts doi:10.3390/catal14120903
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
