Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 15971-29-6

4-Methoxy-1-naphthaldehyde, CAS 15971-29-6, TCI M1049

4-Methoxy-1-naphthaldehyde, CAS 15971-29-6, TCI M1049

Identitas Kimia

No. CAS
15971-29-6
PubChem
CID 85217·SID 87573020
Rumus molekul
C12H10O2
Berat molekul
186.21 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-methoxynaphthalene-1-carbaldehyde
SMILES
COC1=CC=C(C2=CC=CC=C21)C=O
InChIKey
MVXMNHYVCLMLDD-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 3.367.350,00
Harga reguler Rp 2.354.100,00 Harga obral Rp 3.367.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1049 4-Methoxy-1-naphthaldehyde adalah senyawa aldehida aromatik berbasis kerangka naftalena yang membawa gugus metoksi pada posisi para terhadap gugus formil. Sebagai blok pembangun non-heterosiklik, senyawa ini menyediakan inti aromatik bicincin yang kaya elektron sekaligus gugus aldehida yang sangat serbaguna dalam transformasi organik. Di laboratorium, bahan ini umum dipakai sebagai titik awal sintesis senyawa berkonjugasi luas, mulai dari basa Schiff, alkena tersubstitusi, hingga pewarna dan probe fluoresen. Kombinasi inti naftalena dan gugus fungsional reaktif itulah yang menjadikannya reagen bernilai bagi kimiawan sintetik.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah sifat elektroniknya. Gugus metoksi bertindak sebagai donor elektron kuat yang meningkatkan kerapatan elektron cincin, sementara gugus aldehida bersifat penarik elektron. Susunan donor-akseptor pada kerangka naftalena ini menghasilkan sistem terkonjugasi yang menarik secara fotofisika, sehingga turunannya sering menunjukkan sifat serapan dan emisi yang berguna. Dari sisi reaktivitas, gugus aldehida siap menjalani kondensasi Knoevenagel, reaksi Wittig, aminasi reduktif, oksidasi menjadi asam karboksilat, maupun reduksi menjadi alkohol benzilik, sehingga satu reagen dapat membuka banyak jalur sintesis berbeda.

Di Indonesia, reagen semacam ini banyak digunakan pada laboratorium kimia organik perguruan tinggi serta pusat riset yang mengembangkan sensor kimia, pewarna organik, dan material optik. Kemasan 5 g memadai untuk serangkaian percobaan skala riset, termasuk optimasi kondisi reaksi dan pembuatan beberapa turunan sekaligus, tanpa menyisakan stok berlebih yang berisiko menurun mutunya selama disimpan lama di iklim tropis yang hangat dan lembap.

  • Sintesis basa Schiff: bereaksi dengan amina primer membentuk imina terkonjugasi yang banyak dikaji sebagai ligan logam maupun sebagai sensor kolorimetri di laboratorium.
  • Pengembangan probe fluoresen: menyediakan inti naftalena kaya elektron yang menjadi gugus pemancar sinyal pada perancangan molekul pendeteksi ion maupun spesies biologis tertentu.
  • Reaksi Wittig dan Knoevenagel: berfungsi sebagai komponen karbonil untuk membangun ikatan rangkap karbon-karbon menuju senyawa stilbenoid dan turunan terkonjugasi lainnya.
  • Sintesis pewarna organik: dipakai sebagai prekursor kromofor karena sistem donor-akseptornya menghasilkan serapan cahaya tampak yang dapat disetel melalui modifikasi lanjutan.
  • Kimia medisinal eksploratif: menjadi bahan awal pembentukan kerangka naftalena tersubstitusi yang kerap muncul pada penapisan senyawa bioaktif di laboratorium riset farmasi.

Merek TCI
Nomor CAS 15971-29-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g
Bentuk fisik padatan; rincian penampakan lot mengacu pada lembar spesifikasi produk
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya dalam wadah tertutup rapat

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena aldehida aromatik cenderung teroksidasi perlahan menjadi asam karboksilat bila terpapar udara dan cahaya dalam waktu lama. Botol kaca gelap atau kemasan asli dari produsen merupakan pilihan wadah yang sesuai, dan bagi laboratorium yang sering membuka wadah, pengaliran gas inert sebelum penutupan dapat membantu menjaga mutu. Jauhkan dari oksidator kuat, asam kuat, dan sumber panas. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di lemari asam untuk menghindari paparan uap maupun debu.

  • BR dkk. (2017). Schiff Bases Derived from 2-Hydroxy and 2-Methoxy Naphthaldehyde: Exploration of In Silico Docking, DNA Cleavage, Antibacterial Activities and SAR. Modern Chemistry & Applications doi:10.4172/2329-6798.1000219

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.